Blog Maswit

penerjemah dan kehidupannya

Cari Blog Ini

Memuat...

Blogroll

Follow us on FaceBook

About

Popular Topics

Popular Posts

Popular Posts

CARA SETTING JAM TANGAN CASIO DIGITAL ANALOG

Jam tangan casio digital-analog adalah salah satu jenis jam tangan yang paling banyak peminatnya, karena jam tangan casio digital-analog dengan istilah "double Time"selain memliki model yang unik, biasanya mereka memiliki fitur - fitur yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang bekerja atau memiliki banyak aktifitas.
kali ini kami akan menginfokan beberapa cara untuk mensetting jam casio digital-analog untuk jenis yang digital dan analognya harus kita setting secara terpisah, bukan yang jenis digital dan analognya cara settingnya dijadikan satu. type-type yang cara settingnya terpisah antara digital dan analog seperti type AW 80, AW 81, AW 82, AQF 102, AQ 160. sedangkan yang cara settingnya automatic dimana biasanya jarumnya bisa otomatis berubah mengikuti angka digitalnya seperti GSHOCK digital-analog, AQ S800, AQ S810.
Kali ini kita belajar khusus yang cara setting digital-analog terpisah. dimana kali ini kita akan mempelajari cara setting untuk jam digital dan jam analognya saja. karena biasanya para pengguna casio kesulitan di bagian tersebut. Berikut saya tampilkan gambar ilustrasi awalnya.

ingatlah posisi tombol A, B, C, D pada posisi jam anda
A untuk mode, B untuk light, C untuk adjust, D untuk search
SETTING JAM DIGITALNYA SAJA :

  1. Pada posisi jam digital normal pencet Tombol A tahan hingga 3 Detik, hingga angka detiknya berkedip
  2. Lalu pencet tombol C untuk memindahkan bagian yang ingin kita setting mulai detik, DST, jam, menit, hari, bulan dan tahun dan gunakan tombol B dan D untuk menambah atau mengurangi angka yang ingin kita setting. misalkan kita setting menit, pada jam menunnjukkan menit ke 25, sedangkan saat ini menunjukkan menit ke 45, maka kita pencet tombol B untuk menaikkan dari menit ke 25 menjadi menit ke 45. bila kita ingin mensetting menit, maka kita pindahkan menggunakan tombol C hingga bagian menitnya berkedip baru kita bisa mengubah menit menggunakan tombol B atau D
Setelah kita berhasil setting semua, kalau kita ingin mengembalikan posisi jam digital kita ke posisi normal, cukup pencet tombol A SEDANGKAN UNTUK CARA SETTING JAM ANALOGNYA, YAITU :
  1. Ingat Posisi tombol A, B, C, D yang digambar, pencet tombol C enam kali secara perlahan, hingga muncul tulisan H-S pada laya digitalnya, seperti gambar di bawah ini :

  2. Kalau sudah muncul tulisan H-S kita pencet lalu tahan  tombol A  hingga 3 detik, hingga angka digitalnya berkedip.
  3. kalau sudah berkedip kita pencet Tombol D tahan, nanti jarum panjang jam analognya akan berjalan dan kita tahan terus tombol D hingga jarum jam berjalan sesuai dengan waktu yang kita inginkan
  4. Seperti biasa setelah kita setting, kita pencet tombol C sekali saja untuk menormalkan posisi jam tangan
Informasi diatas adalah cara setting jam tangan casio digital-analog, semoga bisa bermanfaat dan membantu para pecinta jam tangan casio, karena memang kebanyakan ketika membeli jam tangan casio digital-analog, mereka pasti kesulitan untuk setting jarum jamnya, karena tidak ada putarannya, melainkan memakai tombol saja. dan kalau para cust kesulitan, ujung-ujungnya jamnya yang disalahkan bermasalah, atau rusak. padahal sebenarnya jam tangannya tidak bermasalah.

 

Sumber: http://blog.jamcasiomurah.com/2015/04/cara-setting-jam-tangan-casio-digital.html

Ngeblog di mana saja, kapan saja

Sahabat Maswit, setelah pada tulisan terakhir saya membahas tentang ngeblog menggunakan aplikasi desktop, pada tulisan kali ini saya akan berbagi tentang mobile blogging, ngeblog menggunakan hape atau tablet.

Saat di rumah, ngeblog menggunakan PC atau laptop tentu tidak bermasalah. Namun, saat di perjalanan atau di lapangan, bisa jadi kita mengalami kesulitan. Padahal ide bisa muncul kapan saja atau bisa jadi ada tugas update blog yang harus segera dilakukan. Nah, saat inilah kita perlu mengoptimalkan gajet untuk ngeblog.

Sahabat Maswit, ada beberapa cara yang pernah saya lakukan untuk ngeblog di blogspot:

1. E-mail

Salah satu cara termudah adalah dengan mengirimkan e-mail ke e-mail rahasia kita di blogspot. Judul e-mail akan menjadi judul tulisan di blog, isi e-mail menjadi isi blog. Sementara foto atau gambar dikirimkan sebagai lampiran e-mail. Sangat mudah, seperti kita berkirim e-mail biasa.

Namun, cara ini memiliki kelemahan, yakni tidak bisa memberi label tulisan dan kadang gambar tidak muncul. Hal inilah yang 'memaksa' Maswit berpindah dari Onyx2.

2. Aplikasi Android

Cara kedua dengan aplikasi blogging. Banyak pilihan di Playstore, termasuk aplikasi buatab google, Blogger.

Dari semua aplikasi itu, aplikasi yang cocok dengan saya adalah seperti berikut:



Aplikasi pertama saya gunakan untuk mengambil update web atau blog tertentu yang sering saya jadikan sumber.

2 aplikasi lain adalah aplikasi untuk update blog.

Pertama, Bloggeroid. Aplikasi ini mudah pengoperasiannya.



Kita hanya perlu mengatur akun, menuliskan judul, isi, label, bisa ditambahkan gambar, lalu Publish. Kelemahannya adalah label tidak muncul otomatis. Maksudnya, label yang sudah ada tidak otomatis ditampilkan. Jadi, kita harus hafal dan memastikan penulisannya benar.



Aplikasi kedua yang saya pakai adalah Blogaway. Mirip Bloggeroid, tapi kelebihannya adalah label muncul jika kita mengetikkan huruf awal label yang sudah ada sebelumnya. Hanya saja, saat ini saya belum tahu bagaimana mengatur posisi gambar. Nanti in syaa Allah saya update kalau sudah ketemu caranya.

Berikut tampilan Blogaway:





Oke, selamat mencoba. Semoga bermanfaat.




Ditulis dengan vibep1m, bloggeroid, saat gerimis jelang tengah malam


Nge-blog dengan aplikasi desktop

Nge-blog dengan aplikasi desktop

Sahabat maswit, sudah lama banget blog ini tanpa tulisan baru. Bahkan, tulisan tentang Trados terakhir pun akhirnya belum selesai juga.

Gara-gara kebagian ngurus webblog sebuah organisasi, akhirnya kembali ingat kalau masih punya blog pribadi. Kadang, kita memang harus ‘dipaksa’, eh, kok kita…. saya, ding.

Baiklah, sebagai edisi perdana tulisan blog ini, saya akan berbagi cerita tentang upaya agar tetap ‘survive’, istiqomah, dan bertahan ngeblog lagi.

Kendala utama yang biasanya saya alami adalah soal sinyal, pekerjaan, dan kepraktisan. Soal sinyal, harap dimaklumi, saya tinggal di desa, alias wong ndeso. Dapat sinyal HSDPA sudah bangga, rata-rata pakai GPRS. Pekerjaan, kadang jadi lupa karena asyik nguta-atik kata. Nah, kalau kepraktisan, ini juga kadang males buka browser alias peramban. Pengennya nulis langsung publish, gak pake ribet.

Akhirnya googling cari-cari aplikasi, ketemu beberapa aplikasi ternyata gak bisa jalan di Windows 10 PC saya. Nah, siang ini googling pakai notebook ber-OS Windows 7, dan pasang Windows Live Writer. Tapi…. ternyata sudah tidak bisa dipakai untuk blogspot lagi. Yah….. kecewa, deh. Tapi, lumayan, deh. Bisa buka lagi blog wordpress saya yang mati suri, www.maswit.wordpress.com.

Cari-cari lagi, ketemulah Open Live Writer. Rupanya ini adalah bentuk ‘protes’ atau ‘alternatif’ dari WLF yang sudah tidak mendukung blogspot. Hehehe…. ini alasan versi saya.

Setelah pasang, setting blog, akhirnya jadilah tulisan ini.

Semoga bisa istiqomah, deh.

Mari nge-blog lagi….


Konversi Teks dengan ABBYY FineReader


Setelah sepi dari tulisan baru, akhirnya petang ini kembali saya menuliskan sesuatu terkait pekerjaan penerjemahan....

Menerjemahkan, apalagi jika menggunakan alat bantu penerjemahan (CAT Tools), tentu menuntut teks yang dapat disunting. Memang, beberapa jenis berkas pdf dapat diterjemahkan langsung, misalnya dengan Trados Studio, Wordfast Pro, namun, berdasarkan pengalaman saya, sering kali format teksnya menjadi kacau. Apalagi kalau teksnya berupa hasil pindai (scan) yang kurang bagus. Tidak akan terbaca. Dalam keadaan demikian, saya lebih memilih untuk "mengetik ulang" teks tersebut agar lebih rapih formatnya dan memastikan keterbacaan dengan CAT Tools. Nah, kebiasaan mengetik ulang ini akhirnya bisa saya kurangi atau akhiri setelah mengenal beberapa aplikasi yang dapat melakukan konversi teks berbentuk gambar (pdf atau .jpg) menjadi teks. Aplikasi yang menjadi favorit saya adalah ABBYY Finereader. Saya mengenal mulai versi 6 hingga sekarang, versi 12. Menurut pengalaman saya, hasilnya paling bagus. Tapi, itu menurut saya, lho.... Bisa jadi pengalaman rekan sekalian berbeda dengan saya.

Nah, berikut ini saya tampilkan proses penggunaan, mulai dari instalasi sampai dengan pemakaian.

Pemasangan (Instalasi)

Pertama, unduh program di http://download.abbyy.com/finereader_pro/. Anda dapat menggunakan dengan batasan 30 hari dan maksimal 100 halaman.

Kedua, lakukan instalasi. Klik ganda berkas .exe yang diunduh. Biarkan tampilan hingga muncul ini:




Klik "Installation of ABBYY FineReader 12" dan ikuti prosesnya sampai selesai.

Aktivasi

Saat pertama kali membuka program, Anda akan diminta melakukan aktivasi. Jika belum memiliki nomor lisensi, langsung klik saya "Run Program". Jika sudah, klik "registration method" paling atas: "via the Internet (fast, recommended)".






Lalu, klik Next. Isi data pribadi Anda.




Sampai akhirnya berhasil...






Jika sudah tampil di atas, berarti ABBYY FineReader Anda sudah aktif dan dapat digunakan secara penuh.


Penggunaan

Setelah selesai proses aktivasi, tampilannya adalah seperti ini.





Lalu klik "Open". Arahkan ke berkas yang akan dikonversi.




Lalu program akan secara otomatis "membaca" dan mengkonversi berkas tersebut.

Setelah selesai proses 'pembacaan', atur jenis berkas hasil konversi dan bagaimana Anda akan menindaklanjutinya. Jika Anda ingin langsung menyimpan, maka pilih "Save as....", jika ingin membuka dan menyunting terlebih dahulu, pilih "Send to...". Sesuaikan dengan aplikasi hasil yang akan digunakan untuk membuka hasil konversi. Saya biasanya pilih "Send to Microsoft Word" jika akan membuka dengan Microsoft Word dan ingin menyunting sebelum disimpan.





Sesuaikan dan pilih "Document layout". Saya biasanya pilih "Editable copy".





Setelah mengeklik "Send to Microsoft Word", maka hasil konversi akan ditampilkan di Ms Word.




Ini hasil konversi yang kita dapat. Menurut saya, hasilnya nyaris sempurna. Sudah tidak ada "frame" di sekeliling teks seperti yang sebelumnya saya alami dengan program sejenis.
Pada tahap akhir, kita masih harus memeriksa dan memastikan bahwa teks benar-benar sudah seperti aslinya. Ini diperlukan karena bagaimana pun, hasil konversi tidak bisa seratus persen sempurna, kecuali mungkin untuk file pdf yang dibuat dari Ms Word.

Oke, selamat mencoba, semoga berhasil. (y)
Izin atau pemberitahuan??? | Serba-serbi

Izin atau pemberitahuan??? | Serba-serbi

Sore itu kami berkumpul di kantor yang menjadi tempat 'nongkrong' sekaligus membahas berbagai hal terkait organisasi. Tiba-tiba hape berbunyi. Setelah diangkat, terdengar suara yang tak jelas, sepertinya sedang di jalan, "Mas, maaf, saya gak bisa datang, izin, ya....". Putus, sepertinya sinyal memang sedang kurang bersahabat.

Hmm... penyakit nih. Izin tapi pas acara sudah mulai. Memang sore itu kami janjian untuk mengadakan pertemuan. Eh, padahal aku juga anggota biasa, sama seperti yang izin. Hehehe... harusnya kan izin itu kepada ketua alias pemimpin rapat.

Jadi ingat perkataan sang tetua tempo hari, kita harus bedakan antara izin dan pemberitahuan. Izin itu harus sebelum acara dimulai dan perlu mendapatkan izin. Jadi, kalau tidak diizinkan artinya harus datang. Kalau pemberitahuan, ya sekadar membertahukan. Mau diizinkan atau tidak, tetap tidak datang.

Hehehe... harus mulai berbenah. Mengatur agenda, prioritaskan agenda, dan taat aturan. Jangan sampai semua keteteran dan berantakan. Salah atur agenda, salah prioritas, semuanya bisa kacau. Semoga hari esok lebih baik.... #selfreminder

Membuat TM SDLX dari .tmx Hasil Export SDL Studio | SDLX

Berikut cara membuat TM SDLX (.mdb) dari .tmx. Untuk panduan ini, file .tmx yang digunakan adalah hasil ekspor dari TM milik Trados Studio.

Selamat mencoba...

1. Buka SDLX
2. Buka Maintain

3. Klik TM-New

4. Beri nama file


5. Isi User, lalu OK


6. Klik TM - Import - TMX Format Files


7. Setelah muncul ini, klik Add


8. Browse, arahkan ke file .tmx yang akan digunakan. Klik OK.


9. Akan tampil ini, klik "Add With Wild Card"


10. Kode Bahasa (ID-ID) tidak dikenali di SDLX.

11. Di bawah "ID-ID", isi dengan "Indonesian". Klik OK.


12. Pilih Bahasa Sumber (Source) dan Bahasa Sasaran (Target)


13. Klik "Next" untuk menimpa isi TM sebelumnya. Kalau baru, klik "Next".


14. Tampil pasahan bahasa lagi, klik "OK".


15. Tampil pasahan bahasa lagi, klik "OK".

16. Selesai. Simpan file dan siap digunakan sebagai TM untuk SDLX.
Panduan Belajar Trados 2011 untuk Pemula | Materi Pelatihan Jogja Bag. 2

Panduan Belajar Trados 2011 untuk Pemula | Materi Pelatihan Jogja Bag. 2

Berikut ini panduan singkat belajar Trados yang saya sampaikan saat Pelatihan Trados di Yogyakarta. Semoga bermanfaat.


1.       Apa itu SDL Trados Studio 2011 (selanjutnya disingkat Trados 2011)?
SDL Trados 2011, atau yang sering disebut Trados 2011 atau Studio, adalah produk CAT Tool yang dibuat oleh SDL. Saat ini, alat ini merupakan salah satu yang paling banyak dipergunakan. Fungsinya, seperti CAT Tool yang lain, adalah alat bantu. Untuk rinciannya, silakan googling. J
SDL Trados Studio 2011 SP2 terdiri dari beberapa tipe:

  • Professional 
  • Freelance
  • Starter
  • Express 
  • Workgroup
  • Regulated Industries

Pada buku panduan ini, saya menggunakan versi Freelance. Versi trial bisa diperoleh secara gratis.

2.       Spek minimum komputer/laptop
Soal spesifikasi, menurut panduan resminya, adalah sebagai berikut:

  • PC dengan prosesor 1 gigahertz (GHz) atau lebih, 32-bit (x86) atau 64-bit (x64) dan 1 GB RAM (32-bit) atau 2 GB RAM (64-bit).
  • Resolusi layar kartu grafis 1024 x 768, dan 256 warna.
  • Ruang sisa harddisk minimal 2 GB untuk dapat menjalankan SDL Trados Studio.
  • Installer SDL Trados Studio memerlukan ruang kosong 1.2 GB (1.7 GB jika PC menggunakan Windows 7 atau lebih baru).

Agar dapat berjalan optimum, disarankan untuk menggunakan:

  • Pentium terbaru atau prosesor yang compatible (menggunakan tekonologi dual core atau multi core) dengan RAM 2 GB atau lebih.


3.       Mengunduh SDL Trados Studio 2011
Untuk dapat mengunduhnya, Anda harus membeli produk SDL ini. Akan tetapi, saya sudah menyediakan di tautan berikut: http://www.mediafire.com/?67gw6m42svast.
Harap diingat, ini bukan versi bajakan. Ini versi resmi yang saya unduh dari situs web SDL. Jadi, ini adalah versi trial tanpa lisensi. Pada tautan tersebut, saya memecah file menjadi beberapa. Untuk menggabungkan, Anda bias menggunakan hjsplit. Silakan unduh di: www.hjsplit.org. Ini adalah aplikasi gratis.

4.       Memasang Trados 2011
Setelah master aplikasi sudah terunduh dengan baik. Klik ganda file .exe tersebut dan ikuti semua prosesnya.

(Bersambung)
Panduan Belajar Trados 2011 untuk Pemula | Materi Pelatihan Jogja Bag. 1

Panduan Belajar Trados 2011 untuk Pemula | Materi Pelatihan Jogja Bag. 1

PANDUAN BELAJAR SDL TRADOS 2011 UNTUK PEMULA

Pendahuluan

Akhir-akhir ini, para penerjemah, khususnya yang sudah go international sering mendengar atau menerima permintaan klien untuk menggunakan CAT Tools yang disebut Trados 2011. Pada prinsipnya, menurut pendapat saya, semua CAT Tool berfungsi sama. Semua adalah sekadar alat bantu. Jadi, tidak ada jaminan hasil terjemahan menjadi lebih baik atau lebih cepat kerjanya. Hasilnya akhirnya tetap tergantung penerjemah.

Pada manual kali ini, saya akan membahas secara singkat tentang CAT Tools satu ini. Panduan ini ditujukan untuk pemula atau yang baru mengenal karena saya juga hanya pengguna biasa. Saya belajar sesuai kebutuhan.

Apa itu CAT Tools
CAT Tools adalah program komputer yang dapat membantu manusia menerjemahkan. Program ini terdiri dari tiga fitur utama:
(a) terminologi management,
(b) translation Memory, dan
(c) quality check.

Ketiga fitur ini terintegrasi di dalam satu paket.

Terminology management tool adalah paket dari peranti tersebut yang digunakan untuk membuat, memelihara dan menggunakan glosari. Glosari ini bisa dibuat sambil melakukan penerjemahan, dibuat sebelum menerjemahkan oleh penerjemah, atau sudah disediakan terlebih dahulu oleh klien.

Fitur translation memory (memori terjemahan), seperti yang sudah disebutkan di depan, berguna untuk membuat translation memory (TM), memelihara, dan memanfaatkan translation memory.
Translation memory adalah arsip teks dwibahasa yang tersegmentasi, disesuaikan, yang dipecah-pecah dan diklasifikasi, yang dapat disimpan dan dibaca ulang pada berbagai kondisi pencarian. Dengan kata lain, memori terjemahan terdiri dari database (pangkalan data) yang menyimpan segmen teks sumber dan teks sasaran (sering disebut unit penerjemahan), dan segmen-segmen ini dapat dibaca ulang pada proses penerjemahan yang akan datang. Dengan cara ini memori terjemahan dapat memberi masukan pada penerjemah. Kalau digunakan dengan baik, memori terjemahan dapat meningkatkan konsistensi terjemahan dan kualitasnya. Memori terjemahan ini dapat dipakai bersama-sama oleh beberapa penerjemah. Kerja tim pun dapat menjadi lebih baik dan efisien. Perhatikan bagan di bawah ini.


Gambar 2. Proses menerjemahkan dengan Translation Memory (CAT Tool)

Dari bagan di atas, dapat dipahami bahwa pada awalnya Penulis menghasilkan naskah bahasa sumber (BSu). Penerjemah menerjemahkan naskah ini dengan bantuan Translation Memory (TM). Setelah Unit Penerjemahan BSu dikenali oleh TM, maka akan ada tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama unit BSu benar-benar baru, jadi tidak ada yang mirip dengan yang di TM. Oleh karena, itu penerjemah harus menerjemahkannya secara konvensional (dan hasilnya akan disimpan di dalam MT). Ini di gambarkan oleh panah ke bawah sebelah kiri. Kemungkinan kedua adalah unit BSu sama persis dengan unit yang ada di dalam TM. Kondisi ini disebut “exact match”. Maka, sistem CAT Tool langsung memakai data yang tersimpan. Campur tangan penerjemah tidak diperlukan. Lihat panah ke bawah sebelah tangan. Kemungkinan ketiga, unit BSu tidak sama persis dengan sembarang unit di TM, tetapi cukup mirip dengan salah satu atau beberapa unit di dalam TM. Kondisi ini disebut “fuzzy match”. Dalam kondisi ini TM akan menawarkan hasil terjemahan yang telah disimpan di dalam TM dan TM menandai bagian-bagian unit penerjemahan baru yang tidak sama dengan yang telah tersimpan di TM. Kemudian penerjemah dapat menerima, memodifikasi, atau menolak tawaran ini. Lihat panah diagonal dari sudut kanan atas ke kiri bawah.

Yang terakhir, quality check berguna untuk memeriksa kualitas terjemahan yang dihasilkan dari beberapa segi: tanda baca, tag dan konsistensi dengan glosari.

[Catatan: ada juga program terminology management dan quality check yang dijual terpisah.]


Ada berapa macam CAT Tool?
Ditinjau dari antarmuka yang dipakai, ada dua macam:
(a) Word-interfaced CAT Tools dan
(b) proprietary-interfaced CAT Tools.

Jenis pertama menempel pada program MS Word, contohnya Trados, Wordfast, Metatexis. Sedangkan jenis kedua mempunyai antarmuka sendiri. Contoh dari jenis ini adalah Transit, SDLX, dan Deja Vu.

Ditinjau dari jenis teks yang dikerjakan ada (a) text-based CAT Tools dan Binary-based tools. Apabila file yang kita kerjakan terutama mengandung teks, maka jenis pertama sudah tepat. Sebaliknya, jika file yang diterjemahkan mengandung banyak jendela dialog --apalagi yang ada “hotkey”-nya-- pilihan pertama kurang efisien, meskipun bisa dilakukan. Beberapa nama CAT Tool dan file yang didukung dapat dilihat di lampiran.

Pertimbangan di dalam memilih CAT Tool

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih CAT Tool.

1. Popularitas bagi pemberi kerja
Sampai saat ini, CAT Tool yang paling populer adalah Trados. Hal ini juga diakui oleh CAT Tool lainnya dengan cara mengiklankan diri "dapat mengerjakan format Trados".

2. Jenis file yang bisa ditangani
Semakin banyak jenis file yang bisa ditangani, semakin fleksibel program tersebut. CAT Tool dengan antarmuka “proprietary” biasanya lebih baik dalam hal ini.

3. Kemudahan pengoperasian (terminology management, translation memory, dan quality check)
Bagi pemula, CAT Tool yang “menempel” pada Word akan lebih mudah karena mereka tidak harus belajar software baru. Namun, bagi pengguna CAT Tool yang sudah berpengalaman, sering kali CAT Tool yang mandiri lebih produktif dan efisien untuk jenis-jenis file “yang tidak umum” jika ditinjau dari hasil akhir.

4. Kompatibilitas dengan CAT Tool lain
Semakin kompatibel sebuah program dengan program lainnya, semakin lapang “arena permainan" yang disediakan karena sering kali penerjemah harus memakai TM (translation memory) atau glosari yang dibuat oleh program lain.

5. Harga
Harga mungkin menjadi pertimbangan. Namun, setelah penerjemah mendapatkan proyek, biasanya harga untuk membeli CAT Tool menjadi pertimbangan yang kesekian. Tidak jarang klien yang memberi lisensi software tersebut.
(See more at: http://www.maswit.com/2010/01/teknologi-penerjemahan-machine.html#sthash.GRBHn2lM.dpuf)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang CAT Tools:
1. CAT Tools BUKAN mesin penerjemahan, tapi hanya alat bantu. Jadi, yang menerjemahkan adalah penerjemah dan BUKAN CAT Tools.

2. CAT Tools dengan Translation Memory- dan glossary-nya, membantu penerjemah dalam mengingat naskah yang sudah pernah diterjemahkan. Jadi, yang ditampilkan hanya naskah yang pernah diterjemahkan sebelumnya. Oleh karena itu, jangan berharap Anda akan mendapatkan usulan atau hasil terjemahan kalau Anda belum pernah menerjemahkannya.

3. Penentu utama kualitas terjemahan adalah penerjemah dan bukan CAT Tools. Maka, belajarlah menjadi penerjemah yang lebih baik.

Kesimpulannya, memang belum tentu hasil terjemahan dengan CAT Tools lebih baik dari yang tidak pakai CAT Tools. Akan tetapi, bisa lebih konsisten walaupun, lagi-lagi, itu tetap tergantung penerjemahnya. CAT Tools akan sangat membantu bagi mereka yang memahami dan dapat memanfaatkan dengan baik. Maka, terus belajar dan kenali CAT Tools Anda dengan baik dan pelajari segala kelebihan dan kekurangannya. Semoga CAT Tools benar-benar akan membantu Anda menjadi penerjemah yang lebih baik.

Mari kita mulai dengan pelajaran mengenai Trados 2011. (Bersambung)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *